Balikpapan Mulai Aktifkan Katalog Elektronik Versi 6.0, Lebih Efektif dan Transparan
Katalog Elektronik versi 6.0, lebih mudah, transparan dan efektif. (LKPP)
SMARTRT.NEWS – Pemkot Balikpapan mulai mengaktifkan Katalog Elektronik versi 6.0. Versi ini menggantikan Katalog Elektronik versi 5.0, yang dinonaktifkan setelah tanggal 20 Maret 2025.
Demikian Sekretaris Daerah, Muhaimin, menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Implementasi Katalog Elektronik Versi 6.0 dan Finalisasi Rencana Umum Pengadaan TA 2025.
Muhaimin menjelaskan, dengan aktifnya Katalog Elektronik Versi 6.0, inovasi pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kota Balikpapan terus berkembang.
“Termasuk konsolidasi jasa keamanan, jasa kebersihan, sewa kendaraan, dan pengadaan kertas HVS melalui Katalog Elektronik Lokal Balikpapan,” ujar Muhaimin, melalui laman Pemkot, Rabu. Ia bilang, langkah ini sejalan dengan pemenuhan MCP KPK RI pada area Pengadaan Barang dan Jasa.
Dalam sosialisasi, lanjut Muhaimin, pihaknya juga melakukan finalisasi Rencana Umum Pengadaan Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2025. ”Kami berharap pada 31 Maret 2025, data RUP Kota Balikpapan pada SIRUP LKPP sudah terumumkan 100 persen,” imbuhnya.
Muhaimin menambahkan, penerapan Katalog Elektronik versi 6.0 di Balikpapan mendorong organisasi pemerintah untuk bertransformasi memangkas rantai birokrasi.
Selain itu, menyederhanakan prosedur dan mengubah mekanisme pengadaan barang/jasa. Tujuannya agar organisasi responsif, transparan dan real-time.
Ia bilang, penggunaan Katalog Elektronik di Kota Balikpapan sejak tahun 2022 menunjukan peningkatan dan perkembangan. Yakni melingkupi berbagai etalase pengadaan barang, jasa lainnya, dan jasa konstruksi.
“Hal ini dapat dilihat dari peningkatan tahun 2024 sebesar 33,02% dari tahun sebelumnya,” jelasnya. Muhaimin menjelaskan sosialisasi melibatkan pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, pejabat pengadaan.
Selain itu operator RUP dari seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Agenda itu menghadirkan dua narasumber dari Pasar Digital Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa RI, Muhammad Fakhri Naufald dan Riski Wicaksono.
Ia berharap kegiatan ini dapat mengoptimalkan proses e-purchasing, termasuk mekanisme pembayaran. Sehingga memperkuat sistem pengadaan barang dan jasa yang efisien, transparan, berkelanjutan serta berkualitas.
Langkah Transparan
Melansir laman LKPP, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi mengatakan Katalog Elektronik Versi 6.0 sebagai langkah maju yang signifikan. Terutama dalam upaya LKPP meningkatkan layanan sistem pengadaan elektronik kepada pengguna.
Yakni, melalui fitur baru katalog elektronik LKPP memberikan kemudahan kepada para stakeholdernya dalam melakukan transaksi atau belanja pemerintah.
“Dibanding sistem sebelumnya, melalui Katalog Elektronik Versi 6.0 ini masyarakat dapat memantau dengan jauh lebih baik atas proses pengadaan pemerintah,” ujar Hendi.
Termasuk memantau harga, spesifikasi produk, hingga gambarnya bisa dilihat oleh siapa saja. LKPP berharap fitur baru juga akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparan dan akuntabilitas dalam proses transaksi pengadaan.
Keunggulan dari fitur terbaru lainnya berupa kemudahan menemukan produk, melakukan pembayaran, serta memonitor proses transaksi yang sedang berjalan. Pengguna akan dapat dengan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan, sehingga mempercepat proses pengadaan barang/jasa.
(Tim Smartrt.news/rama/sumber: Pemkot Balikpapan)
