FIKOM Universitas Mulia Integrasikan VSGA ke Kurikulum, Cetak Lulusan TIK Bersertifikat Nasional

Oleh redaksi-j pada 27 Agu 2025, 11:22 WIB
Universitas Mulia (foto : FB Universitas Mulia)

Universitas Mulia (foto : FB Universitas Mulia)

Smartrt.news, BALIKPAPAN – Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia menjadikan Vocational School Graduate Academy (VSGA) sebagai bagian integral dari strategi akademik untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dekan FIKOM, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa VSGA tidak hanya sekadar pelatihan tambahan, tetapi diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum.

“Capaian pembelajaran di program studi kami dipetakan dengan unit-unit kompetensi VSGA berbasis SKKNI. Dengan begitu, mata kuliah seperti Jaringan Komputer, Pemrograman, Basis Data, Analisis Sistem, maupun Keamanan Informasi bisa langsung terhubung dengan standar sertifikasi,” jelas Djumhadi.

Sertifikat Nasional Perkuat Daya Saing Mahasiswa

Dengan integrasi ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan teori dan praktikum, tetapi juga diarahkan memperoleh sertifikat kompetensi nasional. Misalnya, mahasiswa yang menuntaskan mata kuliah Administrasi Jaringan bisa langsung mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi Junior Network Administrator.

Menurut Djumhadi, sertifikasi resmi membuat portofolio lulusan lebih kuat, karena mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga bukti keterampilan yang diakui industri. “Kurikulum otomatis lebih link and match dengan kebutuhan industri TIK,” tegasnya.

Selain keterampilan teknis, VSGA juga menumbuhkan soft skill seperti komunikasi, problem solving, dan teamwork. Ujian sertifikasi menuntut disiplin, konsistensi, serta kesiapan mental, yang menurut Djumhadi akan memacu semangat kompetitif mahasiswa.

Jejaring Profesional dan Dukungan Kampus

Mahasiswa juga berkesempatan berinteraksi dengan instruktur industri, asosiasi profesi, hingga lembaga sertifikasi. Relasi ini bisa berkembang menjadi peluang magang, riset bersama, hingga akses rekrutmen kerja.

Untuk mendukung keberhasilan mahasiswa, FIKOM menerapkan model praktikum berbasis modul VSGA, proyek portofolio sesuai standar, hingga rekognisi SKS bagi mahasiswa yang lulus sertifikasi. Dengan begitu, sertifikat tidak hanya sekadar dokumen tambahan, tetapi diakui secara akademik.

Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Djumhadi menilai VSGA sangat relevan di era digital. Skema sertifikasi seperti Junior Mobile Programmer, Data Management Staff, Junior Web Developer, hingga Digital Marketing selaras dengan kebutuhan revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

“VSGA tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat literasi digital mahasiswa. Mereka paham infrastruktur, mampu mengembangkan solusi digital, dan mengerti bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup,” katanya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Mahasiswa perlu ditempa dengan praktikum intensif, didukung laboratorium memadai, serta bimbingan instruktur. “Keberhasilan sertifikasi bukan hanya tanggung jawab mahasiswa, tetapi hasil dari sinergi antara usaha mereka dan dukungan kampus,” tambahnya.

Rencana Jangka Panjang FIKOM

Ke depan, FIKOM Universitas Mulia menyiapkan langkah sistematis, seperti pemetaan jalur sertifikasi sejak semester awal, pembangunan Test Center terakreditasi di kampus, serta perluasan kerja sama dengan Kominfo, industri TIK, dan lembaga sertifikasi. Sertifikat yang diperoleh mahasiswa juga akan dikonversi ke SKS agar benar-benar menjadi bagian dari capaian akademik.

“Budaya belajar berkelanjutan yang kami dorong akan membuat mahasiswa terbiasa meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi. Dengan begitu, lulusan FIKOM Universitas Mulia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui nasional dan global,” pungkas Djumhadi.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Universitas Mulia)