Harga Komoditas Pasar Klandasan Selama Sepekan: Bawang Merah Naik, Sayuran Fluktuatif
Pasar Klandasan Balikpapan (foto : rajatransit)
Smartrt.news, BALIKPAPAN – Harga sejumlah komoditas di Pasar Klandasan mengalami fluktuasi sepanjang periode 13–22 Agustus 2025. Berdasarkan data pemantauan, kenaikan paling menonjol terjadi pada bawang merah, sementara beberapa jenHarga Komoditas Pasar Klandasan Selama Sepekan: Bawang Merah Naik, Sayuran Fluktuatifis sayuran justru mengalami penurunan harga.
Bawang merah tercatat naik signifikan dari Rp62.000 per kilogram pada 13 Agustus menjadi Rp67.000 per kilogram pada 22 Agustus. Kenaikan bertahap ini menandakan tingginya permintaan di tengah pasokan yang terbatas.
Sebaliknya, komoditas cabai menunjukkan tren penurunan. Cabe keriting yang semula berada di level Rp62.000 per kilogram turun menjadi Rp57.000 per kilogram.
Cabe rawit pun ikut melemah dari Rp50.000 ke Rp47.000 per kilogram. Hanya cabe merah besar yang relatif stabil di kisaran Rp60.000 per kilogram sebelum akhirnya ikut turun ke Rp57.000.
Komoditas sayuran juga mencatat dinamika cukup tajam. Bayam turun dari Rp9.000 menjadi Rp7.500 per ikat, sementara kangkung turun tipis ke Rp8.500 per ikat. Kacang panjang sempat melonjak ke Rp17.000 per ikat pada 19–21 Agustus, namun kembali terkoreksi menjadi Rp14.000 pada 22 Agustus.
Untuk komoditas pangan pokok seperti beras medium, beras premium, gula pasir, dan minyak goreng curah, harga cenderung stabil tanpa perubahan berarti.
Daging ayam ras pun bertahan di kisaran Rp35.500–36.000 per kilogram, sedangkan daging sapi murni tetap di Rp150.000 per kilogram.
Stabilitas harga bahan pokok di satu sisi memberi kepastian bagi konsumen, namun fluktuasi tajam pada komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pasalnya, perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir bulan.
Dengan kondisi ini, Pasar Klandasan kembali menjadi barometer penting bagi harga kebutuhan pokok di Balikpapan. Pemantauan rutin serta intervensi pasokan dari pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas yang rentan gejolak.
(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Pemkot Balikpapan)
