Hetifah Sjaifudian: “Tidak Ada Suara Rakyat yang Harus Dibayar dengan Nyawa”

Oleh redaksi-j pada 31 Agu 2025, 15:25 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Foto : Tari/Andri/DPR

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Foto : Tari/Andri/DPR

Smartrt.news, BALIKPAPAN – Tragedi jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah menuai keprihatinan mendalam dari anggota DPR RI. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga yang sedang memperjuangkan aspirasi.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam terhadap korban-korban yang berjatuhan dalam memperjuangkan hidup dan aspirasi. Tidak ada suara rakyat yang seharusnya dibayar dengan nyawa,” tulis Hetifah dalam unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Hetifah, demokrasi hanya bisa tumbuh bila ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terjaga. DPR, katanya, harus lebih membuka telinga dan hati terhadap rakyat, serta tidak abai terhadap konsekuensi dari setiap sikap dan keputusan.

“Melihat kondisi saat ini, saya memohon maaf atas tragedi yang terjadi di tengah iklim demokrasi kita. Ini merupakan pengingat yang menyakitkan, bahwa cara kami di DPR menanggapi aspirasi rakyat memiliki konsekuensi besar terhadap kehidupan dan demokrasi seluruh bangsa,” tegasnya.

Seruan Introspeksi DPR

Politisi asal Kaltim itu menekankan, peristiwa yang menelan korban jiwa ini seharusnya menjadi momentum introspeksi bagi DPR. Hetifah mendorong agar parlemen benar-benar menjadi ruang rakyat untuk menyuarakan aspirasinya.

“Momen ini harus menjadi penggerak bagi DPR untuk introspeksi dengan tulus agar lebih bijak dan berempati dalam membuat pernyataan publik,” imbuhnya.

Desakan Transparansi dan Reformasi Anggaran

Hetifah juga menegaskan bahwa pernyataan simpati saja tidak cukup. Ia berkomitmen mendorong agar setiap peristiwa yang merenggut korban jiwa diproses melalui hukum yang adil dan transparan.

Tak hanya itu, ia mendukung sikap Fraksi Partai Golkar (FPG) untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait evaluasi fasilitas, tunjangan, dan pengeluaran anggaran DPR yang dinilai berlebihan.

“Saya berkomitmen mendorong agar suara rakyat sungguh-sungguh mendapat ruang di parlemen, serta setiap tragedi diproses dengan hukum yang adil dan transparan,” tulis Hetifah.

Pesan Kemanusiaan di Tengah Tragedi

Unggahan Hetifah ini menjadi salah satu suara kritis dari kalangan parlemen pasca-kericuhan demonstrasi yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya. Ia menegaskan kembali bahwa demokrasi hanya bisa bertahan bila keadilan dan kemanusiaan menjadi pijakan utama.

“Tidak ada demokrasi tanpa rakyat yang merasa didengar dan dilindungi. Tidak ada suara rakyat yang pantas dibayar dengan nyawa,” tandasnya.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Instagram Hetifah Sjaifudian)