HIMATI Goes to School: Saat Mahasiswa TI Universitas Mulia Bikin Siswa SMA Paham Kabel Internet
Himpunan Mahasiswa S1 Teknologi Informasi (HIMATI) Universitas Mulia membawa pengalaman belajar praktis ke lingkungan SMA Islam Terpadu (SMAIT) Al-Auliya Balikpapan, Selasa (23/7/2025). (Foto: Humas Universitas Mulia)
Smartrt.news, BALIKPAPAN – Di sebuah ruang di SMAIT Al-Auliya Balikpapan, Selasa pagi (23/7/2025), suasana tak biasa terjadi. Siswa kelas 12 yang biasanya sibuk mempersiapkan ujian akhir kini berkutat dengan alat crimping, kabel UTP, dan konektor RJ-45. Mereka tengah belajar langsung dari mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Mulia, dalam program bertajuk “HIMATI Goes to School”.
Program ini bukan sekadar penyuluhan. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa—sebuah sinergi edukatif antara kampus dan sekolah menengah. Digerakkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), kegiatan ini menjadi jembatan awal mengenalkan dunia TI dalam format yang praktis, menyenangkan, dan aplikatif.
Dari Cerita Mahasiswa untuk Masa Depan Siswa
Aqilah Aulya, Ketua HIMATI, membuka kegiatan dengan kisah inspiratif tentang kehidupan sebagai mahasiswa dan pentingnya aktif di organisasi. Bagi Aqilah, dunia Teknologi Informasi bukan hanya soal coding atau duduk di depan layar. Ini adalah tentang keterampilan hidup, kolaborasi, dan kontribusi nyata di masyarakat.
“Kami ingin adik-adik SMA tahu bahwa dunia TI itu tidak serumit yang dibayangkan. Justru sangat menyenangkan jika dipelajari dari praktik langsung. Kami di Universitas Mulia sangat terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar dan berkembang,” tutur Aqilah dengan penuh semangat.
Belajar Merakit Kabel, Memahami Jantung Internet
Materi utama dimulai ketika dua mahasiswa, Aljosa Maynardian dan Ghina Nur Madina, mengajak 94 siswa kelas 12 masuk lebih dalam ke dunia jaringan komputer. Mereka menjelaskan fungsi switch, router, hingga perbedaan kabel straight-through dan crossover—topik yang jarang disentuh di kelas reguler SMA.
Namun yang paling menarik perhatian adalah sesi praktik. Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diajak langsung merakit kabel UTP dari awal. Mereka belajar mengupas pelindung kabel, menyusun urutan warna, hingga melakukan crimping dengan alat khusus. Satu per satu siswa tampak penasaran dan bersemangat.
“Biasanya kami cuma tahu cara pakai WiFi. Tapi hari ini kami diajarin cara kerja kabelnya. Ini keren banget,” kata Fikri, salah satu siswa, dengan mata berbinar.
Lebih dari Sekadar Praktik, Ini Pemberdayaan Digital
Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga transformasional. Para siswa yang semula hanya pengguna teknologi, kini mulai memahami bagaimana teknologi itu dirakit dan bekerja. Mereka belajar dari generasi yang hanya satu langkah lebih maju—mahasiswa—yang mampu menginspirasi tanpa menggurui.
Program ini ditutup dengan kuis interaktif dan ice breaking, memperkuat materi sambil menciptakan suasana belajar yang ringan namun membekas.
Sejalan dengan Semangat PM-BEM Kemdikbudristek
Meski bukan bagian langsung dari Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM), kegiatan HIMATI Goes to School ini dinilai sejalan dengan semangat dan nilai yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Inisiatif dari Mahasiswa: Kegiatan ini lahir dari kreativitas dan semangat HIMATI, bukan sekadar proyek dosen.
- Berbasis Ilmu Pengetahuan: Materi jaringan komputer adalah bagian dari kurikulum S1 TI.
- Berdampak Langsung: Siswa SMA memperoleh keterampilan baru yang konkret dan aplikatif.
Meski begitu, kegiatan ini masih berskala kecil dan bersifat jangka pendek. PM-BEM sendiri menuntut program 6 bulan di wilayah 3T, dengan inovasi hasil riset dan alokasi anggaran berbasis teknologi. Namun HIMATI Goes to School adalah embrio yang sangat potensial untuk berkembang ke arah sana.
Bukti Mahasiswa Bisa Berbagi Sejak Dini
Bagi Universitas Mulia, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya diasah secara akademis, tetapi juga didorong untuk peka terhadap lingkungan dan berkontribusi nyata. Mereka bukan hanya pembelajar, tetapi juga pemberi dampak sosial.
Dan bagi siswa SMA, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kampus. Ini adalah undangan nyata untuk melihat masa depan mereka, dengan bekal keterampilan dan inspirasi dari mahasiswa yang pernah duduk di bangku yang sama.
(Tim Smartrt/news/Johan/Sumber : Humas Universitas Mulia)
