Ironi Kota Minyak: Warga Balikpapan Kesulitan Cari Pertamax, Antrean Mengular hingga Malam Hari
Diterbitkan 19 Mei 2025, 18:30 WIB
Warga Balikpapan sedang antre BBM di malam hari di SPBU DAM Balikpapan.(Foto:smartrt.news/anang)
KOTA yang dikenal sebagai “Kota Minyak” ini sedang menghadapi ironi yang menyakitkan. Di tengah gemerlap kilang Pertamina yang berdiri megah hanya belasan kilometer dari pemukiman warga, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax justru semakin sulit didapat.
Sudah hampir seminggu, warga Balikpapan harus berjibaku mencari Pertamax. SPBU yang masih memiliki stok langsung diserbu pembeli, antrean mengular bahkan ada yang rela antre malam hari. Sebagian warga memilih begadang demi bisa mendapatkan bahan bakar untuk aktivitas esok hari.
“Biasanya antre beli Pertalite yang subsidi, ini malah sebaliknya. Mau beli Pertamax malah antre lebih panjang,” keluh Faisal, seorang pengendara roda dua yang rela menunggu hampir dua jam di SPBU kawasan Gunung Malang.
Kilang Dekat, Tapi Stok Pertamax Langka
Yang membuat warga bertanya-tanya, bagaimana bisa kota yang menjadi rumah bagi kilang Pertamina justru kesulitan mendapatkan BBM non-subsidi seperti Pertamax? Jarak dari kilang ke kota hanya 10–25 kilometer, sementara di Pulau Jawa yang kilangnya jauh, stok Pertamax tetap tersedia.
“Rasanya aneh. Kita ini tinggal di Balikpapan, bukan di daerah pelosok. Tapi setiap beberapa bulan, antrean BBM seperti ini selalu berulang,” ungkap Siti, warga Balikpapan Selatan. Siti terpaksa batal beli Pertamax karena memang tidak ada di SPBU langgananya, dekat Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Ironi ini semakin terasa karena beberapa waktu lalu, Pertamax sempat menjadi solusi ketika Pertalite mengalami kelangkaan. Namun kini, giliran Pertamax yang kosong, bahkan di beberapa SPBU petugas langsung menolak dengan ucapan singkat: “Kosong, cari Pertalite saja di tempat lain.”
Dampak Masif: Antrean Bertumpuk, Kendaraan Mogok
Langkanya Pertamax membuat para pengguna setia bahan bakar berkualitas ini beralih ke Pertalite, yang justru memperparah antrean SPBU lainnya. Praktis, antrean Pertalite yang sebelumnya sudah panjang, kini makin tak terbendung.
Lebih menyedihkan, beberapa pengendara sempat mengalami masalah teknis setelah menggunakan Pertamax dalam beberapa bulan terakhir—mulai dari kendaraan yang ‘mbrebet’ hingga mogok total. Meski pernah ada wacana ganti rugi atau layanan perbaikan dari Pertamina, realisasinya hingga kini belum terlihat jelas.
Respons Pertamina: Tambah Suplai dari Samarinda
Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan menyatakan telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kelangkaan. Salah satunya dengan menambah pasokan Pertamax dari Fuel Terminal Samarinda.
“Pertamina terus berupaya maksimal agar distribusi Pertamax berjalan lancar, termasuk mengalihkan suplai dari terminal BBM terdekat,” ujar Edi Mangun, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Senin (19/5/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan permintaan belakangan ini menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya mengapresiasi loyalitas konsumen dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan panic buying.
“Pasokan akan kembali normal dalam waktu dekat. Kami juga terus memantau kondisi dan melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi BBM di Balikpapan kembali lancar,” tambah Edi.
Optimisme Normalisasi Pasokan
Pertamina menegaskan komitmennya untuk mempercepat normalisasi pasokan Pertamax di Balikpapan dan sekitarnya. Pemantauan real-time serta koordinasi dengan stakeholder terkait terus dilakukan guna menghindari kejadian serupa terulang.
Namun bagi warga Balikpapan, harapan mereka sederhana: bisa isi BBM tanpa harus antre berjam-jam, apalagi di kota yang notabene berdiri di atas kilang minyak Pertamina.
“Kalau kita saja kesulitan beli BBM, bagaimana nasib kota lain yang jauh dari kilang?” kata Faizal, sembari menunggu antrean yang bergerak pelan di Senin sore menjelang petang.
(Tim Smartrt.news/anang/sumber Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan)
