Jelang Ramadhan, Pedagang Ayam Potong Diserbu Emak-emak Balikpapan  

Oleh redaksi-j pada 28 Feb 2025, 17:18 WIB
Jelang Ramadhan

Jelang Ramadhan pedagang ayam potong diserbu warga. (Smartrt)

SMARTRT.NEWS – Memasuki H-1 Bulan Suci atau jelang Ramadhan, sejumlah warung yang menjual ayam potong diserbu emak-emak Balikpapan. Salah satunya di kawasan kilo 4 Balikpapan Utara, Jumat (28/2/2025) sore.

Puluhan warga berdesakan, mengantri untuk membeli ayam potong di sana. Indah, pedagang ayam mengatakan biasanya dalam sehari bisa menjual 600 ekor ayam.

“Kalau mau puasa begini, jelang Ramadhan, bisa sampai 1.000 ekor lebih,” ujarnya. Harga yang dipatok pun bervariasi antara Rp 40 ribu – Rp 65 ribu per ekor. Tergantung ukuran dan berat ayam.

Hari Ini Pemantauan Hilal dan Sidang Isbat

Sebelumnya, Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal (rukyatulhilal) pada 125 titik di seluruh Indonesia. Yang berlangsung pada Jumat 28 Februari 2025. Dari 125 titik hilal itu, salah satunya Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Kemenag, pemantauan hilal pada daerah Kaltim akan berlangsung di Hotel Five Premiere. Pemerintah melakukan pantauan hilal secara serentak pada 28 Februari 2025. Dimulai pukul 07.44 WIB.

Rincian 125 titik pemantauan hilal, terbanyak di Jawa Timur (29 titik), Sumatera Barat (19), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (6), Yogyakarta (4), Jakarta (4), dan lainnya.

Adapun pemantauan hilal untuk Kaltara dan Kaltim, masing-masing berada dalam pantauan satu titik.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan rukyatulhilal ini melibatkan para ahli Falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota.

Pihaknya juga menggandeng kerja sama dengan Pengadilan Agama, Ormas Islam, dan instansi terkait lain.

Abu Rikhmad menjelaskan bahwa hasil rukyat hilal dari pelbagai daerah, dan data hisab posisi hilal akan jadi bahasan dalam sidang isbat.

“Keputusannya akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H,” jelasnya, melalui laman Kemenag, Senin (24/2/2025).

Awal Puasa Tidak Berbeda

Melalui keterangan resminya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut awal Ramadhan 1446 Hijriyah kemungkinan besar terjadi serentak bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.

“Kemungkinan besarnya awal Ramadhan bisa sama,” ujar Menag, melalui laman Kemenag. Nasaruddin menjelaskan kemungkinan awal Ramadhan terjadi secara serentak karena sementara ini pantauan hilal berada pada posisi 2,5 sampai 4 derajat. Hal ini sesuai metode hisab menurut standar Muhammadiyah.

Sebelumnya Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriyah jatuh pada 1 Maret 2025.

“Insya Allah Idul Fitri juga sama, karena waktu itu masih nol, minus ya (derajat hilalnya),” ujarnya. Nasaruddin menilai hal ini menjadi salah satu awal yang baik bagi umat Muslim di Indonesia.

Dengan demikian, menurutnya, Muhammadiyah dan NU bisa sepakat.

“Nah, ini sebuah awal yang baik, mudah-mudahan insya Allah Ramadhan kita ini lancar,” ucapnya.

Ia menilai hal itu akan membuat kehidupan beragama masyarakat Indonesia semakin rukun dan damai. Menag berharap momentum Ramadhan tahun ini bisa menambah keberkahan yang lebih lagi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Nugi Irmawan