Mentan Targetkan Kaltara Panen Tiga Kali Setahun, Irigasi Jadi Fokus Utama
Diterbitkan 08 Mei 2025, 20:34 WIB
Mentan Amran memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan Melalui Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor.(foto:smartrt.news/mentan.go.id)
Smartrt.news, TANJUNG SELOR,- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tengah menggenjot Kalimantan Utara (Kaltara) agar mampu mencetak sejarah sebagai daerah swasembada pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis, provinsi termuda di Indonesia ini dapat melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun, asalkan sistem irigasi segera dibenahi.
“Saat ini kita dorong peningkatan indeks pertanaman dari satu menjadi dua terlebih dulu. Kunci utama ada di pembenahan irigasi. Saya sudah bicara langsung dengan Menteri PUPR soal percepatan ini,” ujar Amran saat kunjungan kerja di areal sawah Desa Sajau, Bulungan, Kamis (8/5/2025).
Menurut Amran, ketersediaan sumber air di Kaltara sangat besar, namun belum termanfaatkan optimal. Ia menegaskan potensi tersebut harus diubah menjadi kekuatan produksi pangan.
“Air sungai yang melimpah tidak boleh dibiarkan terbuang ke laut. Ini potensi besar untuk menghasilkan karbohidrat, protein, dan kemandirian pangan,” jelasnya.
Gandeng BWS Kalimantan V
Sebagai langkah konkret, Kementan menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V agar mengurus percepatan proyek irigasi langsung ke pusat. Targetnya, sistem irigasi di Kaltara bisa rampung tahun ini.
Selain itu, Amran juga menargetkan perluasan tanam dan pengembangan padi ladang (gogo) di berbagai wilayah. Pemerintah pusat memastikan dukungan infrastruktur pertanian, termasuk perbaikan jalan untuk distribusi hasil panen.
“Yang penting sekarang produksi dulu. Distribusi akan kita dorong selanjutnya. Alhamdulillah stok beras nasional saat ini tertinggi dalam sejarah,” tambahnya.
Amran menjelaskan bahwa kebutuhan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) sudah teratasi. Kini, fokus utama pemerintah adalah irigasi dan kestabilan harga gabah petani.
“Petani kita harus untung. Harga gabah ditetapkan Rp6.500 per kg, dan Bulog diwajibkan menyerap tanpa nego. Ini bukti keberpihakan Presiden,” tegasnya.
Dalam kesempatan berbeda, Mentan juga memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Kantor Gubernur Kaltara, didampingi Gubernur Zainal A. Paliwang. Di forum itu, Amran menyebut bahwa Kalimantan Utara punya potensi besar menjadi lumbung pangan nasional dan bahkan bisa mengekspor ke negara tetangga.
“Kalau bisa satu tahun, jangan dua. Bahkan kalau perlu, kita eksekusi dalam enam bulan. Kita ingin Kaltara tidak hanya mandiri, tapi juga jadi penyuplai regional,” katanya.
Rp500 Miliar untuk Cetak Sawah
Pemerintah pusat telah mengalokasikan sedikitnya Rp500 miliar untuk mendukung program cetak sawah di atas lahan seluas 7.000 hektare, penyediaan alsintan, serta optimalisasi lahan tidur.
Besok, penanaman perdana akan dimulai, dan Amran berencana kembali tiga bulan ke depan untuk memantau panen pertama. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan program.
Sementara itu, Gubernur Zainal menyambut penuh semangat inisiatif pusat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kaltara masih bergantung pada pasokan beras dari luar sebanyak 60 ribu ton per tahun.
“Kalau program ini berjalan, Kaltara bisa mandiri dan jadi pemasok. Saya siap tuntaskan target ini bahkan lebih cepat dari arahan pusat,” kata Zainal.***
(Tim smartr.news/anang/sumber: Mentan.go.id)
