Kaltim Targetkan Swasembada Beras 2026 di Tengah Tantangan Infrastruktur Irigasi, dan SDM Pertanian

Oleh redaksi-j pada 14 Jul 2025, 13:38 WIB
Potensi lahan pertanian di Kaltim (Foto : Pemprov Kaltim)

Potensi lahan pertanian di Kaltim (Foto : Pemprov Kaltim)

Smartrt.news, SAMARINDA – Kaltim menargetkan swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2026. Target ambisius ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.

Target swasembada beras tersebut sebagai tindak lanjut dari program nasional terkait kemandirian pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini menjadi tantangan besar sekaligus peluang strategis bagi Kaltim. Kita harus bekerja keras bersama-sama, terutama pemerintah kabupaten dan kota, untuk mengoptimalkan seluruh lahan potensial,” ujar Seno Aji

Wagub menegaskan bahwa penambahan lahan sawah di seluruh kabupaten dan kota menjadi langkah prioritas, untuk mengejar target swasembada beras tersebut.

Pemprov Kaltim bahkan mendorong pembukaan lahan pertanian baru guna mengejar ketertinggalan produktivitas beras dan mengurangi ketergantungan dari luar daerah.

“Pemprov Kaltim berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor pertanian, baik melalui pelatihan petani, pendampingan teknis, hingga fasilitasi sarana produksi,” jelasnya.

Selain itu, Seno Aji menekankan pentingnya sinergi antarpemerintah. Ia meminta agar kolaborasi antara pemerintah daerah, Pemprov Kaltim, dan pemerintah pusat terus diperkuat.

Termasuk pelibatan aktif organisasi seperti KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), lembaga penyuluh, dan kelompok tani lokal.

Menurut data BPS, kebutuhan konsumsi beras di Kaltim masih bergantung pada pasokan luar daerah, terutama dari Sulawesi dan Jawa.

Jika target swasembada beras 2026 tercapai, Kaltim akan menjadi salah satu provinsi di luar Jawa yang berhasil mandiri secara pangan, sejalan dengan agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

“Dengan kerja keras dan komitmen bersama, saya optimistis Kaltim mampu menjawab tantangan ini dan menjadi provinsi yang mandiri dalam penyediaan pangan, khususnya beras,” pungkas Seno Aji.

Namun, tantangan Kaltim bukan hanya soal lahan, tapi juga produktivitas lahan eksisting, ketersediaan infrastruktur irigasi, serta kualitas SDM pertanian. Karena itu, realisasi target swasembada pangan 2026 membutuhkan pendekatan holistik dan terukur, bukan sekadar target politis.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Pemprov Kaltim)