Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Cetak Talenta AI Nasional
Himpunan Mahasiswa S1 Teknologi Informasi (HIMATI) Universitas Mulia membawa pengalaman belajar praktis ke lingkungan SMA Islam Terpadu (SMAIT) Al-Auliya Balikpapan, Selasa (23/7/2025). Para siswa sedang praktek merakit kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). (foto : Humas Universitas Mulia)
Smartrt.news, BALIKPAPAN – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam mencetak talenta digital Indonesia, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, era transformasi digital menuntut generasi muda memiliki kompetensi digital dari tingkat dasar hingga lanjutan.
“Kami ingin AI dan teknologi canggih lainnya tidak hanya dikuasai negara besar, tetapi juga menjadi alat kreasi anak-anak bangsa. Karena itu, kami ajak kampus-kampus untuk bergerak bersama,” ujar Meutya Hafid.
SDM Digital Jadi Prioritas Pasca Infrastruktur
Meutya menjelaskan bahwa fokus pembangunan nasional kini bergeser dari infrastruktur digital ke sumber daya manusia (SDM). Setelah pembangunan jaringan konektivitas hampir tuntas, tantangan terbesar adalah menyiapkan manusia yang mampu bersaing di era digital.
“Transformasi digital tidak akan berarti tanpa SDM yang cakap dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Kampus Lewat Program AI dan Keamanan Siber
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini mengusung pendekatan kolaboratif, menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan keterampilan digital mahasiswa, mulai dari literasi digital, pelatihan AI, hingga keamanan siber.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Sekjen Kemkomdigi dan Sekjen PPK Kosgoro 1957, serta MoA antara Kepala BPSDM Kemkomdigi dan Rektor IBI Kosgoro 1957.
“Hari ini Kemkomdigi bekerja sama dengan IBI Kosgoro 1957, tidak hanya membangun infrastrukturnya, tapi juga manusianya,” ujar Meutya.
Kampus Didorong Ciptakan Ruang Digital yang Aman dan Inklusif
Meutya menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi merupakan fondasi penting untuk menciptakan ekosistem digital nasional yang inklusif dan aman.
“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh peran kampus dan mahasiswa untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman dan berdaya guna,” pungkasnya.
(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Info Publik/Komdigi)
