Peluncuran Kopdes Merah Putih, 81.000 Koperasi Telah Terbentuk
Presiden Prabowo Subianto (foto : Info Publik)
Smartrt.news, KLATEN – Sebanyak 83 ribu kepala desa dari seluruh Indonesia serentak mengikuti peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) pada Senin, 21 Juli 2025.
Peluncuran nasional ini dipusatkan di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, yang telah ditetapkan sebagai model koperasi desa terpadu nasional.
Hingga peluncuran ini, tercatat 81.000 koperasi telah terbentuk, dan 77.984 di antaranya telah berbadan hukum, menjadikan ini sebagai gerakan koperasi terbesar dalam sejarah Indonesia.
Desa Bentangan Jadi Prototipe Nasional Koperasi Terpadu
Dipilih sebagai lokasi peluncuran nasional, Desa Bentangan dinilai berhasil membangun ekosistem koperasi desa terpadu dengan unit usaha yang mencakup:
- Gerai sembako dan apotek desa
- Klinik kesehatan
- Unit simpan pinjam
- Gudang logistik dan armada distribusi
Model ini akan dijadikan rujukan nasional bagi pengembangan koperasi produktif di seluruh pelosok negeri.
Jawa Tengah Pelopor Koperasi Desa Legal dan Produktif
Provinsi Jawa Tengah tampil sebagai pelopor nasional dalam pengembangan koperasi desa:
- 100 persen koperasi telah berbadan hukum
- 1.183 koperasi resmi berdiri
- 68 ribu tenaga kerja lokal diserap
Lebih dari 10.000 orang hadir langsung di Desa Bentangan, termasuk 8.523 kepala desa dari seluruh Jawa Tengah dan ribuan peserta lainnya yang mengikuti secara daring. Sejumlah tokoh nasional juga turut hadir, termasuk:
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Menteri BUMN Erick Thohir
- Menko Perekonomian Zulkifli Hasan
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
- Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie
Presiden Prabowo: Ini Bukan Program, Tapi Gerakan Nasional
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan nasional membangun ekonomi berkeadilan berbasis gotong royong.
“Dengan berdirinya koperasi ini di setiap desa dan kelurahan, kita ingin membangun sistem ekonomi yang berdaulat dari bawah. Ini adalah gerakan, bukan proyek,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerintah juga menjamin bahwa koperasi ini akan dibina intensif selama tiga tahun, agar bisa tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan profesional.
Kaltim Dukung Penuh: Peluncuran Serentak Digelar di Kelurahan Lempake
Peluncuran lokal Kopdes Merah Putih di Kaltim dipusatkan di Kelurahan Lempake, Samarinda, yang menjadi satu dari 103 titik peluncuran nasional. Koperasi di Lempake telah terbentuk lengkap dengan sistem manajemen dan unit usaha produktif.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur H. Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, jajaran Forkopimda, DPRD, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda, Kejati, dan perbankan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut peluncuran ini sebagai tonggak sejarah yang menandai lahirnya ekonomi rakyat baru berbasis desa.
“Koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tapi gerakan strategis untuk kemandirian dan stabilitas ekonomi rakyat,” tegasnya.
Andi Harun juga menekankan pentingnya tata kelola profesional dan transparan. Ia bahkan mengumpulkan langsung para pengurus koperasi sehari sebelum peluncuran untuk memastikan kesiapan manajemen.
“Saya tegaskan, pengurus harus bebas dari praktik KKN. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama koperasi ini,” tambahnya.
Koperasi Desa: Motor Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Pemprov Kaltim menyatakan komitmen penuh dalam mendukung penguatan koperasi desa di seluruh wilayah provinsi. Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi:
- Pusat distribusi dan produksi ekonomi desa
- Instrumen penguatan ketahanan pangan
- Sumber lapangan kerja lokal
- Motor pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan
“Dengan sinergi lintas sektor, kita yakin koperasi ini akan tumbuh menjadi fondasi ekonomi desa yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif,” tutup Andi Harun.
(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Info Publik/Pemprov Kaltim)
