Perbandingan Harga Komoditas Pasar Klandasan dan Pasar Baru Balikpapan Dalam Sepekan

Oleh redaksi-j pada 24 Agu 2025, 08:15 WIB
Sayur di sejumlah pasar tradisional Balikpapan (Foto: cspinet)

Sayur di sejumlah pasar tradisional Balikpapan (Foto: cspinet)

Smartrt.news, BALIKPAPAN — Pergerakan harga pangan di dua pasar tradisional utama Balikpapan, yakni Pasar Klandasan dan Pasar Baru, pada periode 17–22 Agustus 2025 menunjukkan dinamika berbeda.

Beberapa komoditas kunci bahkan bergerak dengan arah yang berlawanan, menggambarkan kondisi pasokan dan distribusi yang tidak seragam.

Bawang Merah: Naik di Klandasan, Turun di Pasar Baru

Bawang merah menjadi komoditas paling mencolok.

  • Pasar Klandasan: naik dari Rp62.000 → Rp67.000/kg.
  • Pasar Baru: justru turun dari Rp65.000 → Rp60.000/kg.

Perbedaan tren ini menandakan adanya disparitas distribusi antar pasar, di mana Klandasan mengalami tekanan pasokan, sementara Pasar Baru relatif lebih stabil.

Bawang Putih: Stabil vs Naik

  • Klandasan: harga bawang putih tetap Rp50.000/kg.
  • Pasar Baru: naik dari Rp35.000 → Rp40.000/kg.

Cabai: Sama-Sama Bergerak, tapi Pola Berbeda

  • Klandasan: Cabe keriting turun (Rp62.000 → Rp57.000), cabe merah besar turun ke Rp57.000, cabe rawit turun ke Rp47.000.
  • Pasar Baru: Cabe keriting naik (Rp40.000 → Rp45.000), cabe merah besar naik (Rp45.000 → Rp47.500), cabe rawit naik (Rp35.000 → Rp37.500).

Dengan kata lain, saat harga cabai di Klandasan melemah, di Pasar Baru justru menguat.

Sayuran: Bayam dan Kacang Panjang Jadi Indikator

  • Bayam: turun di Klandasan (Rp9.000 → Rp7.500), stabil di Pasar Baru (Rp8.000/ikat).
  • Kacang Panjang: sempat naik ke Rp17.000 lalu turun ke Rp14.000 di Klandasan, sementara di Pasar Baru justru anjlok tajam dari Rp18.000 → Rp12.000/ikat.

Telur dan Daging: Sama-Sama Stabil

Telur ayam ras di dua pasar relatif sama: Rp2.400/butir. Daging ayam berada di kisaran Rp35.500–36.000/kg, sedangkan daging sapi tetap Rp150.000/kg di kedua pasar.

Komoditas Lain Mayoritas Stabil

Beras, gula, susu bubuk, tepung terigu, serta minyak goreng curah relatif tidak mengalami perubahan berarti. Namun, minyak goreng Bimoli Klasik tercatat tidak tersedia di kedua pasar.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Pemkot Balikpapan)