Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim Sepakat Perkuat Perlindungan Migran dan Stabilitas ASEAN

Oleh redaksi-j pada 30 Jul 2025, 02:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Juli 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Juli 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Smartrt.news, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim menggelar Annual Consultation Meeting di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025). P

ertemuan tahunan yang berlangsung dalam suasana akrab ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, mulai dari penyelesaian isu perlindungan pekerja migran hingga penguatan peran ASEAN sebagai penjaga stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangannya usai pertemuan menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia sepakat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di Malaysia.

“Telah disepakati pembentukan Community Learning Center di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak, khusus bagi anak-anak pekerja migran Indonesia agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan,” ujar Menlu Sugiono.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen kedua negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan hak dasar pendidikan, terutama bagi kelompok rentan di luar negeri.

Indonesia–Malaysia Kompak Redam Ketegangan Kawasan

Dalam pertemuan tersebut, isu kawasan juga menjadi fokus penting, terutama menyikapi eskalasi konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Indonesia disebut telah aktif sejak hari pertama insiden, dan menjalin koordinasi erat dengan Malaysia selaku Ketua ASEAN saat ini.

“Indonesia siap melakukan apapun yang diperlukan untuk mendorong terciptanya suasana deeskalasi dan gencatan senjata,” tegas Sugiono.

Ia juga menyebut, penyelesaian konflik di kawasan tetap mengedepankan mekanisme ASEAN yang berbasis musyawarah dan kekeluargaan, termasuk melalui Joint Border Committee antara negara-negara terkait.

“ASEAN berdiri di atas semangat penyelesaian damai. Kami percaya bahwa diplomasi regional akan terus jadi instrumen utama,” imbuh Sugiono.

Diplomasi Ekonomi Harus Jadi Pilar Kerja Sama Bilateral

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya memperdalam hubungan Indonesia–Malaysia di sektor ekonomi dan perdagangan. Menurutnya, kesamaan akar budaya, bahasa, dan sejarah menjadi kekuatan besar untuk mempercepat integrasi ekonomi antarnegara serumpun.

“Persahabatan Indonesia–Malaysia harus diwujudkan dalam kerja sama ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat kedua negara,” ujar Presiden melalui Menlu Sugiono.

Annual Consultation Meeting kali ini mempertegas bahwa Indonesia dan Malaysia bukan hanya mitra bilateral, tetapi juga pilar utama dalam membentuk masa depan Asia Tenggara yang lebih damai, stabil, dan sejahtera.

Komitmen memperkuat ASEAN, melindungi pekerja migran, serta menyelesaikan isu kawasan dengan pendekatan diplomasi menjadi sorotan utama dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : BPMI Setpres)