Presiden Prabowo Luncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih

Oleh redaksi-j pada 21 Jul 2025, 01:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program strategis bernama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) pada Senin, (21/7/2025). (Foto: Dok BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program strategis bernama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) pada Senin, (21/7/2025). (Foto: Dok BPMI Setpres)

Smartrt.news, BALIKPAPAN – Presiden Prabowo Subianto akan secara resmi meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) pada Senin, 21 Juli 2025.

Program strategis ini menjadi bagian dari Asta Cita ke-6, yang menekankan pentingnya membangun ekonomi lokal sebagai fondasi pengentasan kemiskinan nasional.

Didesain sebagai salah satu trisula pembangunan — bersama layanan kesehatan dan pendidikan rakyat — Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi wadah ekonomi produktif berbasis gotong royong yang menjangkau desa-desa hingga kelurahan di seluruh Indonesia.

“Kopdes Merah Putih adalah senjata ketiga dari trisula pengentasan kemiskinan, setelah kesehatan dan pendidikan,” ujar Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO)

Program Nasional Terpadu: Jawab Tantangan Kemiskinan Struktural

Kopdes Merah Putih diluncurkan bersamaan dengan dua program unggulan lainnya sepanjang Juli 2025: Cek Kesehatan Gratis Sekolah dan Sekolah Rakyat. Ketiganya merupakan jawaban terintegrasi pemerintah terhadap kemiskinan struktural dan kesenjangan layanan dasar di daerah.

Peluncuran koperasi desa ini didasarkan pada Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, yang diteken Presiden pada 27 Maret 2025. Sebanyak 13 kementerian dan dua lembaga nasional dikerahkan, dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah dan perangkat desa.

Menurut BPS, jumlah penduduk miskin per September 2024 mencapai 24,06 juta jiwa atau 8,57 persen, termasuk 3,17 juta warga miskin ekstrem. Pemerintah menilai saatnya membalik paradigma: pembangunan dimulai dari desa, bukan dari kota.

80.000 Kopdes Akan Diluncurkan, 103 Jadi Proyek Percontohan

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, menjelaskan bahwa pemerintah akan meluncurkan 80.000 unit Kopdes, dimulai dengan 103 unit sebagai percontohan operasional.

“Kopdes itu akan diuji di lapangan agar tidak sekadar formalitas, tapi bisa menghasilkan manfaat nyata. Sisanya akan dituntaskan bertahap hingga 28 Oktober 2025,” ungkap Adita.

Setiap Kopdes Merah Putih akan memiliki fasilitas lengkap, antara lain:

  • Kantor koperasi dan gerai sembako
  • Unit simpan pinjam berbasis syariah
  • Klinik dan apotek desa
  • Cold storage untuk hasil tani dan laut
  • Gudang logistik bahan pokok dan distribusi

Tiga Skema Pendirian Kopdes: Baru, Kembangkan, Revitalisasi

Program ini menyasar tiga segmen koperasi:

  1. Mendirikan koperasi baru di desa/kelurahan yang belum memiliki
  2. Mengembangkan koperasi aktif
  3. Merevitalisasi koperasi yang mati suri

Model Kopdes Merah Putih dirancang inklusif, profesional, dan berbasis teknologi, dengan prinsip gotong royong dan manajemen modern. Tujuannya tak sekadar menyediakan akses ekonomi, tapi juga menghentikan ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, pinjaman online ilegal, dan tengkulak.

“Kopdes menjadi tempat penampungan langsung hasil tani dan laut, memotong rantai pasok, menaikkan harga jual petani, serta menurunkan harga beli masyarakat,” kata Adita.

Simbol Ekonomi Kerakyatan Baru

Dengan pengelolaan logistik efisien dan dukungan fasilitas penyimpanan, Kopdes Merah Putih akan:

  • Mempercepat distribusi sembako
  • Menurunkan harga pokok penjualan
  • Meningkatkan daya beli dan kesejahteraan lokal

“Kopdes Merah Putih hadir untuk mengembalikan ekonomi rakyat ke tangan rakyat,” tutup Adita.

Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi. Ia adalah gerakan ekonomi rakyat yang bertumpu pada prinsip keadilan sosial, pemerataan, dan keberdayaan desa. Jika berhasil, program ini berpotensi menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi nasional yang dimulai dari akar rumput.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Info Kaltim)