Sekolah Rakyat Dimulai di 63 Titik, Dengan 6.130 Siswa, Dapat Seragam Lengkap

Oleh redaksi-j pada 14 Jul 2025, 17:23 WIB
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) , Sekolah Rakyat (Foto : Kemensos)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) , Sekolah Rakyat (Foto : Kemensos)

Smartrt.news, BOGOR – Program Sekolah Rakyat, resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak di 63 titik seluruh Indonesia, Senin (14/7/2025).

Acara pembukaan dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor, yang berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, dan sejumlah menteri kabinet hadir langsung dalam kegiatan tersebut, termasuk Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menkes Budi Gunadi Sadikin, MenPAN-RB Rini Widyantini, serta Kepala KSP Letjen (Purn) AM Putranto.

Dapat Seragam Lengkap dan Tes Kesehatan Gratis

Sebanyak 6.130 siswa memulai tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat, dengan rincian 75 siswa SD, 2.800 siswa SMP, dan 3.225 siswa SMA. Mereka tersebar di 256 rombel yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Sebelum MPLS dimulai, seluruh siswa mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, mata, telinga, dan kesehatan umum lainnya. Setiap siswa juga mendapat 8 set seragam lengkap, mulai dari jas almamater, seragam batik nasional, hingga jas laboratorium.

Sekolah Rakyat Usung AI Talent Mapping

Salah satu terobosan Sekolah Rakyat adalah pemanfaatan AI untuk pemetaan bakat siswa. Melalui kerja sama dengan pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar, digunakan teknologi Talent DNA berbasis Artificial Intelligence untuk menggali potensi siswa secara cepat dan akurat.

Selain itu, siswa Sekolah Rakyat juga akan menggunakan kartu digital multifungsi yang bisa digunakan untuk presensi, akses ibadah, makan, dan pengelolaan keuangan, berkat sinergi dengan BNI.

Konsep Berasrama dan Kurikulum Digital

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 & 2 DTSEN BPS). Setiap siswa menempati kamar berisi 8 orang dengan fasilitas standar seperti lemari, kipas angin, dan meja belajar.

Sistem pembelajaran mengadopsi Learning Management System (LMS) serta modul digital, memungkinkan akses pendidikan berkualitas hingga pelosok negeri. Kegiatan malam hari diisi dengan pendidikan karakter, nilai-nilai agama, dan keterampilan hidup.

Menko PM Cak Imin menegaskan bahwa keberhasilan pembukaan Sekolah Rakyat ini adalah hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. “Dalam waktu singkat, seratus sekolah bisa hadir dan siap. Ini langkah cepat yang luar biasa,” ujarnya.

Setelah membuka acara dengan doa bersama, para menteri meninjau langsung fasilitas sekolah. Cak Imin dan Gus Ipul bahkan ikut mencoba kasur asrama, duduk bersama siswa di ruang kelas, hingga menjajal fitur AI pemetaan bakat.

Total 200 Sekolah Rakyat Siap, Lebih dari 20 Ribu Anak Miskin Akan Terlayani

Dari target 200 titik Sekolah Rakyat:

  • 100 lokasi telah mulai operasional tahun ajaran ini
  • 63 titik memulai MPLS hari ini
  • 37 titik lainnya menyusul akhir Juli 2025
  • 100 titik tambahan tengah disiapkan, sebagian memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemenaker

Melalui inisiatif ini, lebih dari 20.000 siswa miskin akan mengakses pendidikan berkualitas dan orang tua mereka mendapat program pemberdayaan.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Kemensos)