Tak Sekadar Simbol, Logo HUT ke-80 RI Adalah Manifesto Masa Depan

Oleh redaksi-j pada 24 Jul 2025, 03:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Smartrt.news, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan tema dan logo Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam sebuah seremoni nasional di Istana Negara, Rabu, 23 Juli 2025.

Peluncuran ini menandai bukan sekadar dimulainya rangkaian perayaan, tetapi juga momentum refleksi kolektif atas delapan dekade perjalanan bangsa.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa HUT ke-80 RI bukan hanya ritual seremonial tahunan, melainkan panggilan untuk bersatu kembali sebagai bangsa, memperkokoh kedaulatan, serta menjamin kesejahteraan rakyat menuju Indonesia yang benar-benar maju.

“Kita telah menempuh perjalanan panjang dengan darah dan pengorbanan. Kini, saatnya kita mantapkan arah: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato peluncuran.

Proses Panjang dan Kolaboratif: Dari Desain ke Pesan Bangsa

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam laporannya mengungkapkan bahwa tema dan logo resmi HUT ke-80 RI merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai elemen bangsa, termasuk komunitas kreatif dan profesional desain nasional.

“Logo ini dipilih melalui proses seleksi ketat yang diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Dari 245 karya yang masuk, Presiden langsung memilih desain final setelah disaring menjadi lima besar,” jelas Mensesneg.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan bahwa kolaborasi dengan ADGI telah terjalin selama satu dekade. Ia menekankan pentingnya kesinambungan visi antara institusi negara dan komunitas kreatif dalam membentuk identitas visual perayaan nasional.

“Ini bukan hanya desain, tapi pesan visual yang mewakili semangat zaman. Logo HUT ke-80 RI adalah refleksi harapan, perjuangan, dan keberanian bangsa menyongsong masa depan,” kata Teuku Riefky.

Logo Ciptaan Anak Bangsa: Simbol Infinity untuk Semangat Tanpa Batas

Desain logo terpilih merupakan hasil karya Bram Patria Yoshugi, desainer muda yang memadukan simbolisme kuat dengan semangat modernitas. Angka “80” dalam logo tidak sekadar menunjukkan usia kemerdekaan, tetapi membentuk simbol infinity (∞) — lambang dari semangat persatuan, kesinambungan, dan visi jangka panjang Indonesia.

“Kita sedang memasuki dekade baru. Desain ini saya buat agar terasa lantang, berani, dan menyuarakan wajah Indonesia masa kini—dinamis, inklusif, dan progresif,” jelas Bram.

Menurut Bram, garis penghubung dalam angka 8 dan 0 mencerminkan benang merah antara persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat. Sementara nuansa warna dan bentuk menggambarkan keberanian bangsa menghadapi masa depan.

Momentum Kebangsaan: Ajak Masyarakat Bangkit dan Bersatu

Peluncuran tema dan logo ini disiarkan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh gubernur, wali kota, bupati, kementerian/lembaga, serta perwakilan RI di luar negeri.

Presiden Prabowo mengajak semua elemen bangsa, dari pelosok desa hingga kota metropolitan, untuk menjadikan HUT ke-80 RI sebagai ajang pemersatu nasional dan simbol kebangkitan kolektif.

“Mari kita sambut peringatan kemerdekaan ini dengan semangat gotong royong, kerja nyata, dan aksi konkret. Bukan sekadar pesta, tetapi perwujudan cinta tanah air yang nyata,” tegas Presiden.

Dengan peluncuran ini, Indonesia bukan hanya memperingati usia kemerdekaan ke-80, tetapi juga menyusun langkah-langkah besar menuju Indonesia Emas 2045—sebuah visi jangka panjang untuk menjadi negara maju, adil, dan berdaulat di tengah dinamika global.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : BPMI Setpres)